Mengenai Saya

Foto saya
Br Parekan, sibanggede, abiansemal, badung-bali, Indonesia
OM SWASTYASTU "OM AWIGNAM ASTU NAMA SIDYEM"

Sabtu, 29 Mei 2010

lontar usada bugbugan

Ya Tuhan, semoga kami tidak menemukan rintangan. Inilah disebut Usada Babugbugan. Sarana untuk menghidupkan rasa adalah air diberi mantra "Ong Ah, Ung Ang Ah" (dinamakan aksara modre. Aksara modre merupakan bentuk aksara dengan rumusan-rumusan atau formula-formula khusus yang secara harafiah tidak memiliki arti, tetapi diyakini memiliki kekuatan magis, yang dapat dipakai menyembuhkan pasien atau sebaliknya dapat dipakai menyakiti orang lain). Sarana obat untuk penyakit cacar, terdiri atas air diberi mantra "Ong Ang Ung Mang Mang M�h, Awreyah". Sarana untuk penawar penyakit adalah air diberi mantra "Ang Aswery�r". Sarana untuk pematuh terdiri atas air diberi mantra "Asweryuh, Ong masa�" (dinamakan aksara modre. Aksara modre merupakan bentuk aksara dengan rumusan-rumusan atau formula-formula khusus yang secara harafiah tidak memiliki arti, tetapi diyakini memiliki kekuatan magis, yang dapat dipakai menyembuhkan pasien atau sebaliknya dapat dipakai menyakiti orang lain). Sarana penempur segala penyakit terdiri atas air diberi mantra "Ong tay� I y�. Ong tay� A I, yata A I Ong" (dinamakan aksara modre. Aksara modre merupakan bentuk aksara dengan rumusan-rumusan atau formula-formula khusus yang secara harafiah tidak memiliki arti, tetapi diyakini memiliki kekuatan magis, yang dapat dipakai menyembuhkan pasien atau sebaliknya dapat dipakai menyakiti orang lain). Sarana penawar penyakit batuk, mata mengeluarkan darah dan nanah terdiri atas air ditaruh di dalam sibuh (tempurung kelapa kecil), diisi bunga kamboja, diberi mantra "Ong Ai Ih, Ong Ih A Ah", lalu air itu diminum. Sarana obat penyakit mata, terasa sakit seperti menusuk-nusuk, terdiri atas air ditaruh dalam sibuh, berisi bunga waribang, diberi mantra

"Ong Ang Ah, Ong Ah Ang". Sarana untuk peruwatan terdiri atas air diberi mantra "Ong Ang Ah, Ah Ang Ong". Sarana obat penyakit filek disertai dan panas badan terdiri atas air diberi mantra "Ong A AH, Ih Ah Ong". Atau juga boleh menggunakan sarana apa saja untuk menyembuhkan segala jenis penyakit, diberi mantra "Ong Ang Ah, Ong Ah Ang". Sarana obat penyakit perut terdiri atas air diberi mantra "A A A, Ah Ah Ah, Ah A, A, A". Sarana penawar segala jenis penyakit terdiri atas air ditaruh dalam sibuh berisi bunga merah, diberi mantra "Ong Ih Eh Ah Ung Oh Ah, Ong Ih Ong Ih Ung". Sarana untuk penawar panas badan terdiri atas air diisi bunga merah, diberi mantra "Ong Eh Ang, Eh Ong Ang, Ong Ang Eh, ngrya� madhis�ng". Sarana obat untuk segala jenis penyakit, terdiri atas air diberi mantra. Ketika merapalkan mantra, dukun wajib mendampingi sesajen terdiri atas sesajen sagi-sagi, uang 7, beras 7 genggam, sirih 3 lembar. Mantranya adalah "Ung Ang Ang Ung Ah Ang". Sarana obat lesu terdiri atas air. Ketika merapalkan mantra, janganlah bernafas (nafas ditahan). Mantranya adalah "Ong

Ang Ah". Sarana obat sakit terasa seperti menusuk-nusuk, terdiri atas air diberi mantra "Ong Mang Ah, Ong Ah Mang". Sarana obat untuk sakit perut, terdiri atas buah pinang diberi tulisan gaib A diberi mantra A. Lalu buah pinang itu dimakan oleh pasien. Sarana untuk menghidupkan tenaga terdiri atas air, dipercikkan di atas ubun-ubun pasien, diberi mantra "Ong Ah, Ah Ong". Sarana untuk pembangkit darah terdiri atas air diberi mantra "Ong Ah Ang, Ang Ah Ung". Cara untuk menaklukkan guna-guna, seperti desti, dengen, dan babai boleh menggunakan sarana apa saja, diberi mantra "�a�a��s, �a�a sangsay�". Sarana untuk memproteksi rumah dari berbagai pengaruh jahat, terdiri atas segenggam nasi ditaruh di halaman rumah, diberi mantra "Apah pasa A". Sarana untuk penawar segala jenis penyakit terdiri atas air diberi mantra "A Ang, A Ang". Mantra untuk menambah kekuatan doa adalah "Ong Ang Ah, Ong Ah Ang". Sarana penawar untuk penyakit akibat terserang racun hewan/binatang, terdiri atas air diberi mantra "Ah Ih Ih A". Sarana untuk penakut lawan terdiri atas tanda tambah diberi mantra "Ong Ong Ong". Adapun yang dimaksud adalah

letak tempat sucinya di dalam tubuh, yaitu Ong berada di tengah lidah sebagai tempat Bhatari Durga, Ong di pangkal lidah, dan Ong di ujung lidah. Mantranya adalah "Mryuh, Ang Ah A". Ada lagi mantra yang lain yaitu "Ah Ah Ang, A Ang Ah, mryuh". Sarana untuk mengusir roh-roh jahat seperti Kala, Bhuta, Dengen terdiri atas air diberi mantra "Ang Ung Mang, Ung Mang Ang". Sarana untuk melepaskan panas di dalam tubuh, terdiri atas air diberi mantra "Uh Ah Aih Ih"; atau dengan mantra "Ah Ih Uh Aih mryuh". Sarana untuk mengikat panas di dalam tubuh terdiri atas air diberi mantra "Ing Ung mang Ang Ong, Ong Ung Mang Ang Ing". Sarana untuk peruwatan terdiri atas air diberi mantra "Ariyuah, Ong Ang Ung Ing Yang". Sarana untuk penawar racun hewan/binatang terdiri atas air diberi mantra "Ong Ang A, Ang A Ong". Sarana untuk pengampuh obat supaya obat itu menjadi ampuh,

terdiri atas air diberi mantra "Mriyu�m, Ung Ang Ong Mang M�ng". Sarana untuk penawar guna-guna Bali, guna-guna Sasak, guna-guna Jawa terdiri atas air ditaruh di atas ubun-ubun pasien. Peruwatan terhadap pasien dilakukan di Pura Dalem. Mantra peruwatannya adalah "Driyeryuh, Ariyeryuh, Ah J�ng, Ong Ang Ung Mang O E Ah Ih". Sarana untuk mengasapi pasien terdiri atas dupa, kemenyan diberi mantra "A�h Ah E Ang, Ing Ah, Ung Ong B�ng". Sarana untuk panyarang daging terdiri atas air diberi mantra "Ong Ah Ang". Sarana untuk menyimpan daging, terdiri atas air diberi mantra "Ong Ang Ah, Ung Ah Ang, Ong Ang Ung Mang S�ng Yang Y�ng". Sarana obat untuk penyakit infeksi terdiri atas air diberi mantra "Ong Mang Ah, Ong Ah A". Sarana obat untuk bayi sering menangis terdiri atas air diberi mantra "Ong Mang I, Ong Ang A". Sarana obat untuk bayi semasih dalam kandungan terdiri atas air diberi mantra "Ung Ang Ah". Sarana obat untuk bayi dalam kandungan yang kekurangan air ketuban, terdiri atas air diberi mantra "Ung Ang Ah,

Ong Ah Ih". Sarana untuk penyakit berbahaya atau terserang guna-guna terdiri atas air diberi mantra "Ong Ang Ung Mang Ong Ang Ing, Ong A E, Mryu�m". Sarana obat untuk bayi tidak bisa kencing terdiri atas air diberi mantra "Ong A� S�, Ong Ang Yang". Sarana untuk penawar sakit perut dan tidak bisa kencing, terdiri atas air diberi mantra "Ong Mang Ang, Ong Ah Ang, Ong Ang Ing". Sarana untuk penyelamat ibu yang sedang melahirkan, terdiri atas air diberi mantra "Uh Aoh Aih Aeh A Ah". Sarana untuk menolong kelahiran bayi terdiri atas air diberi mantra "Ong Ang Ing, Ong Ah Ing". Sarana untuk meruwat bayi yang diserang roh jahat si Bajangan, terdiri atas air diberi mantra "I I Ing, U U Ung, A A Ang, Mriyu�m". Sarana peruwatan bayi setelah berumur tiga bulan, terdiri atas air diberi mantra "Ong A Ih, Ing Mang Ong". Sarana peruwatan bayi terdiri atas air diberi mantra "Ang Ung Mang Ong Ong, Ong Ang Ung s�y�ng". Sarana penawar untuk bayi sering menangis terdiri atas air diberi mantra "Ong Mang I, Ong

a�y�ng". Inilah sarana obat untuk penyakit berbahaya terdiri atas air diberi mantra "Ong Ang Ung Mang Ah Ang, Ung Ang Mang". Sarana obat untuk penyakit tuju (reumatik), terdiri atas air diberi mantra "Oh Ah Ih Ang, Ong Ong Ang Ung Mang Gang". Sarana peruwatan terdiri atas air suci, bunga putih 5 butir, air liur, uang 1700, lengkap dengan sesajen. Mantranya adalah "Ong pungusyaki sang dew�, i��p aku anglukat bha�ari d�rgg�, apan bha�ara guru sumusup ring awak sarirant�, anglukat bha�tar� d�rgg�, kasmala tka g�s�ng, g�s�ng, g�s�ng, g�s�ng, tk� ngay�ng, ngayang, ngayang, Ong Ang s�ng, tka atas, Ang, Ong tuhun dadi yeh, mnek dadi angin, tk� muk�ah, tk� m�nt�r, apan�ku dewa anglukat bha�ari d�rgg�, muwah mbanir�, ingaran i k�li kalik�, mulih maring aka��, Ang Ung Mang Ang �ring sanghyang sandew� bha�ara wi��u (Ya yang merasuki dewa, aku akan membersihkan dewi Durga, karena Bhatara Guru merasuki badanmu, datanglah dan musnah)

anglukatan bha�ar� d�rgg�, mulih maring �arir�, tk� l�pas, l�pas, l�pas, lar� ring �arir�, Ong Mriyuh". Sarana obat untuk bayi terserang penyakit migrin, atau dinamakan kasuban, menangis, menggeliat-geliat, terdiri atas sudamala, tutup buah pinang, tutup buah kelapa, inti bawang merah, dilumatkan, diberi mantra "Ong Ba E angrebut dumadi, angrebut atma kabeh, sapulung sapulung tungkat, Ong wruh marupa tungkal, tka patuh ringkup, asih, asih, asih". Ada lagi sarana obat untuk bayi menggeliat-geliat kesakitan, terdiri atas daun sirih tua, biji jambu air putih, alang-alang, bawang putih, jangu, tetapi jangan sampai mengotori bayi itu. Besok sorenya dibuatkan air hangat diisi ramuan bangle dan air cendana, diberi mantra "Ong bajra wiset swaha". Sarana obat sakit perut mendadak terdiri atas air diberi mantra "Mang Ung ngriyung". Sarana obat untuk penyakit kangsuban (migrin),

terdiri atas air diisi bunga meduri putih dan daun wani, ditaruh dalam sibuh, untuk memercikki pasien. Mantranya adalah "Ong id�p aku sanghyang kamalatantra, m�tu ring kundi manik, j�g tumurun ring l�mah, putih pamatuhang sakwehing dusta durjana, anyatur bhuwana, patuh tka patuh, patuh, patuh" (Ya aku sanghyang Kamalantra keluar pada kendi manik, turun ke bumi memutihkan segala angkara murka di empat penjuru dunia, datanglah dan tunduk). Sarana untuk mencabut penyakit blagodo (sejenis migrin, vertigo), terdiri atas air tawar ditaruh dalam periuk baru, diisi samsam (irisan daun temen dan kembang), beras kuning, bunga putih, dan uang sesajen 1700. Mantranya adalah "Ong Mang Ah". Sarana untuk melepaskan panas dalam tubuh terdiri atas air diberi mantra "Ang Gang Gang Gang, dadi yeh, dadi api, tka lelo lelontok". Sarana untuk membakar (memusnahkan) segala jenis penyakit terdiri atas air diberi mantra "Ong Ang kalagni, ludra ya namah". Mantra untuk memulai membuat ramuan obat adalah "Ong Ang Ung mang Ang, Ong Mang Ung Hang Gang Ang, Ong Hang Ung A". Sarana penawar penyakit panas-dingin terdiri atas air

diberi mantra "Ong Mang Ang, Ong Mang Hang Ong Ih Ah, Ung mang Ih Ang". sarana untuk penawar panas terdiri atas air diberi mantra "Ong taya Ah Ih, Ong taya Hing". Sarana obat penyakit mata terdiri atas air diberi mantra "Ong taya Ah Ih". Sarana obat sakit kepala terdiri atas air diberi mantra "Ong Mang Ah, Ah Mang Ung". Sarana obat panas terdiri atas air diberi mantra "Ong Ang Ung Mang Ing, Ong Ang Ung Mang A". Sarana penawar tubuh hangat terdiri atas air diberi mantra "Ong Ing Tang Ang, Ih Ong Ang". Sarana obat sakit ng�d terdiri atas air diberi mantra "Ong Ih Ang, Ang Ong Ih". Sarana obat sakit b�ngang terdiri atas air diberi mantra "Ong Mang Ong, Ong Ong". Sarana obat sakit jampi terdiri atas air diberi mantra "Ong Ih Ah, Ih Ah Ong". Sarana obat untuk sakit panas gelisah, terdiri atas air diberi mantra "Ong Ing Hang Gang Ung Mang Ang, Ang Ong Ing Hang Gang Ung Mang". Sarana obat mencret terdiri atas air diberi mantra "Ong Mang Ah,

Ang Ong Mang". Sarana obat sakit panas-dingin (dumalada lanus) terdiri atas air diberi mantra "Ang Ang Ah Mang, Ah Ang Ong Ung". Sarana yang digunakan untuk memandikan pasien menderita sakit panas diberi gambar dan tulisan gaib Ayang, dan diberi mantra "Ayang". Sarana obat sakit dingin, terdiri atas air diberi mantra "Ong, Ang, Ong Ang Ung, Ang Ong". Sarana obat sakit kepala dan pusing-pusing terdiri atas air diberi mantra "Ong Mang Ing, Ong Ing Mang". Sarana obat untuk sakit pamali (sakit perut melilit), terdiri atas air diberi mantra "Ong Ing mang Ang, Ing Mang Ang Ong". Sarana obat bengkak, terdiri atas air diberi mantra "Ong mang Ung Ing, Ang Ung Mang". Sarana penawar sakit sariawan terdiri atas air diberi mantra "Oh Uh A I, Eh A Ing Oh". Ada lagi sarana untuk penyakit sariawan terdiri atas air diberi mantra "Ong Ang Mang Ung Ing Mang, Ing Mang Ong Ang Mang Ung, Ong Ma Mang". Sarana untuk penenang tenaga (aliran nafas), terdiri atas air diberi mantra "Ung Mang Ing, Mang Ing Ung". Sarana untuk memulai pengobatan terdiri atas air diberi mantra "Ong A Ang, Ing Ong Tayaha". Inilah sarana penawar penyakit panas

dan cacar, terdiri atas air diberi mantra "Ong A I Taya, Ong taya hiya". Inilah sarana penguat tenaga terdiri atas benang tridatu (merah, putih, hitam), dipakai gelang tangan, dililitkan tiga kali di tangan kanan disertai dengan sesajen canang daksina, uang 1700. Mantranya adalah "Ong suksma parahyang, para dewa suksma kuta, suksma paribhuta, hilang ywawaka, aweh urip, aweh urip, ring awak sarirane syanu, tka pag�h, pag�h, pag�h". Sarana untuk keselamatan jiwa terdiri atas air diberi mantra "Mang Ung Ong Ang". Sarana untuk peruwatan terdiri atas air diberi mantra "Mryuh O Ang A A Ang Ung Ah pet". Sarana obat untuk segala jenis penyakit akibat serangan racun hewan/binatang, terdiri atas air diberi mantra "Ong Ak Ik Ung Ak Ek".

nilah dinamakan ajian Sastra lingga kuta, boleh menggunakan sarana apa saja. Kedudukan aksara sucinya sebagai berikut.............Ong............Ang.......... Wa Ung Sang Ang Mang Ung............E............Mang............Ong..Inilah sarana peleburan segala jenis bencana yang menimpa diri kita, terdiri atas air bersih, bunga-bunga yang harum, diberi mantra "Ong Indraku suksma nama swaha". Inilah gambar formulasi aksara sucinya.............Ong I............ A....Ka....Lyu....Yang....Ang....Mang....Ong........Ah

Inilah mantra pembukaan ketika dukun mulai melakukan pengobatan, yang konon dilakukan oleh banyak dukun, inilah sarana dan mantra yang dipakai, yakni terdiri atas air ditaruh di dalam sibuh hitam. Inilah mantra/aksara sucinya (lihat pada lembaran teks lontar di atas). Inilah penjelasan tempat keempat dewa yang merasuk menjadi satu, yaitu dinamakan Windu Nur. Windu Nur itu merupakan tempat masuknya keempat dewa, lintas keluar-masuk dewa di makrokosmos dan mikrokosmos. Gambarnya adalah sebagai berikut (lihat gambar pada teks lontar).

Inilah ajian Sastra Wyanjana, atau juga dinamakan Kaputusan Siwagriguh, ajian tersebut harus dipahami dan bagaimana cara penggunaannya. Demikian pula makna sastra pant�n, segala macam makuta, termasuk suaranya, penanda bunyinya, dan jangan sampai salah paham dalam menggunakan aksara suci ini, sebab sangat berbahaya, serta bisa tertimpa kutukan. "Ong saraswati abrasolah, pasastra nama swaha. Ha na ca ra ka da ta sa wa la ma ga ba nga pa ja ya nya... (lihat teks lontar) aksa, windu sunya". Inilah ajian untuk memusnahkan mendung. Caranya adalah berkonsentrasi sambil menunjuk matahari. Mantranya adalah "Ong murub ikang surya, g�s�ng ikang megha, dadi angin". Inilah dinamakan gambar dasabayu ... (lihat teks lontar)

Inilah formasi sepuluh aksara suci di dalam kastuban ... (lihat teks lontar). Adapun letak aksara suci di dalam tubuh, yaitu aksara ha berada di angan; aksara na berada di hati; aksara ca berada di pangkal lidah; aksara ra berada di alis; aksara ka berada di telinga; aksara da berada di dada; aksara ta berada di mata; aksara sa berada di putih mata; aksara wa berada di pinggang; aksara la berada di bibir; aksara ma berada di muka; aksara ga berada di leher; aksara ba berada di bahu; aksara nga berada di hidung; aksara pa berada di kaki; aksara ja berada di tangan; aksara ya berada di suara; aksara nya berada di asmara; windu berada di empedu; surang berada di ..., guwung kra berada di ..., suku k�mbung berada di ..., c�c�k berada di ruas-ruas tubuh.

Ingatlah dengan baik cara membunyikan aksara ini, batas-batasnya, tempat di dalam tubuh, di dalam Usada, di dalam Tutur, di dalam Gata, di dalam Ngadi, di dalam Pranawa, semua sastra cacahan ... Hang Hang Hang. Hram Hram Hram. Hr�m Hr�m Hr�m. Hung Hung Hung. Heng Heng Heng (dinamakan aksara modre. Aksara modre merupakan bentuk aksara dengan rumusan-rumusan atau formula-formula khusus yang secara harafiah tidak memiliki arti, tetapi diyakini memiliki kekuatan magis, yang dapat dipakai menyembuhkan pasien atau sebaliknya dapat dipakai menyakiti orang lain)

H�ng H�ng H�ng.Ing Ing Ing. Hong Hong Hong. H�p H�p H�p. Rang Rang Rang. Wrum. Hrang. Hr�, Wreyu. Mrang. Sroh. (Aksara modre yang telah dikombinasikan dengan gambar-gambar khusus, yang dinamakan rerajahan. Ada bermacam-macam bentuk rerajahan. Dalam dunia mistik Bali, rerajahan merupakan sarana pembangkit kekuatan magis)

Hr�m. Wrueh. Trungm. Hr�m. Hi Hi Hi. H�p, H�p, H�p. H�ngp Hangp Hangp. Har Har Har. Hun Hun Hun. (Aksara modre yang telah dikombinasikan dengan gambar-gambar khusus, yang dinamakan rerajahan. Ada bermacam-macam bentuk rerajahan. Dalam dunia mistik Bali, rerajahan merupakan sarana pembangkit kekuatan magis)

Hang. Hom�m. H�m. Heng Re Re Re. Hang. Ha Air Ru Ru Ru. Hong. Hung. (Aksara modre yang telah dikombinasikan dengan gambar-gambar khusus, yang dinamakan rerajahan. Ada bermacam-macam bentuk rerajahan. Dalam dunia mistik Bali, rerajahan merupakan sarana pembangkit kekuatan magis)

Ngyeng Ngu Ngu Ngung. He Yo Ro Ro. Ha Na Na Nak. Tang Ing Ang Yang Ong. Inilah dinamakan ��stra sulur: Ong Ma A Yang Ra Ka T� Ong La �� Ma A Sa Wa Ong �i I Ba Ang Wa Na Ung Yang Mang. (Aksara modre yang telah dikombinasikan dengan gambar-gambar khusus, yang dinamakan rerajahan. Ada bermacam-macam bentuk rerajahan. Dalam dunia mistik Bali, rerajahan merupakan sarana pembangkit kekuatan magis)

�a Ba Ta Ha I Na Ma �i Wa Ya Ong. Ong Sa Ba Ta A I Na Ma �i Wa Yang. Hang Long Hing Hong Yang Wong. Ong Yang Ha Yang Hi Yang Ta Yang. Ong Yang Tang Yang I Yang Ha Yang. Hra Hri Sra Kra Tra. (Aksara modre yang telah dikombinasikan dengan gambar-gambar khusus, yang dinamakan rerajahan. Ada bermacam-macam bentuk rerajahan. Dalam dunia mistik Bali, rerajahan merupakan sarana pembangkit kekuatan magis)

Yrong Sra Bra Tra Hra Hri Nra Mra �ri Wra Yra. Sra Bra Tra Hra Hri. Nra Mra Sri Wra Yrang. Inilah dinamakan ��stra sulur tryak�ar�, pangek�. ... (Aksara modre yang telah dikombinasikan dengan gambar-gambar khusus, yang dinamakan rerajahan. Ada bermacam-macam bentuk rerajahan. Dalam dunia mistik Bali, rerajahan merupakan sarana pembangkit kekuatan magis)

Hr�m M�m. M�m Mr�m. Hr�ng. Hr�ng Ng�ng. Ng�ng Ng�ng. Hungung Ngung Ngur. Am. Hom Mom. Mom Mom. Hang. H�ng Ng�ng Ng�ng Ng�ng. (Aksara modre yang telah dikombinasikan dengan gambar-gambar khusus, yang dinamakan rerajahan. Ada bermacam-macam bentuk rerajahan. Dalam dunia mistik Bali, rerajahan merupakan sarana pembangkit kekuatan magis)

H�n N�n N�n N�n. Hong Wer Re Re Re. Hung Hu Hu Hung (Aksara modre yang telah dikombinasikan dengan gambar-gambar khusus, yang dinamakan rerajahan. Ada bermacam-macam bentuk rerajahan. Dalam dunia mistik Bali, rerajahan merupakan sarana pembangkit kekuatan magis). Itulah pemisahan wi��u di luar, Ong merupakan perwujudan Wi��u Nang, perpecahan Wi��u, sebagai pertemuan rwabhinedd� (dua hal yang dibedakan).

Um Mum. Mum Mum. Huwong Ng�ng Ng�ng Ng�ng. Hrang Hrah. (Aksara modre yang telah dikombinasikan dengan gambar-gambar khusus, yang dinamakan rerajahan. Ada bermacam-macam bentuk rerajahan. Dalam dunia mistik Bali, rerajahan merupakan sarana pembangkit kekuatan magis)

Rabu, 19 Agustus 2009

pidato sekolah

Ainggih suksma majeng ring pengeter acara santukan galah sane katiba ring sikian titiang.sadurunge tiang matur nenten lali titiang ngaturang pengastun kara penganjali umat druwe dumadak dumadik sangkanin pasuecan ida sang hyang widhi wasa irage sareng sami kapicayang kerahayuan lan kerahajengan, aingih pinaka purwaning atur titiang ngaturang pengastun kara “om swastyastu”

Aingih ida dane sareng sami bapak kepala sekolah sane dahat wangiang titiang, ibu lan bapak guru sane dahat suksmayang titiang, pegawai lan staf skolah sane wangiang tititang punika taler semeton sisya – sisya sareng sami sane tresna sihin titiang. Ring rahinane mangkin ……( senin s/d minggu dlmbhs bali ) sasih agustus warsa 2009( kalih tali sie) sekolah iragene sareng sami ngemargiang wanti warsa sane kaping ……. Dumadak dumadik melarapan antuk wanti warsa sekolah I rage sareng sami presida mulatin sarira antuk ngemargiang sane mawasta tri hita karana ainggih punika parhiangan state eling lan bakti majeng ring idha sang hyang widhi wasa sane malingga malinggih ring padmasane sekolah, pawongan mangdene warga sekolah sareng sinamian rukun rumaket punika taler palemahan mangdane sekolah iragene ajeg lan lestari antuk nandur mlihare tetamanan lan entik entikan sane wenten ring wawidangan sekolah.punika taler nenten lali titiang ngaturang rahajeng wanti warsa sma………. Sane kaping…….. dumogi sekolah iragene sareng sami maju lan tetep ajeg punika taler irage sareng sami pinaka warga sekolah mangdane saling seglalak segluluk sebayan take, paras paros sapanaye, asah asih lan asuh.

Aingih punika sane prasida aturang titiang ring rahinane mangkin yening wenten kirang langkung atur titiang, titiang nunas geng rene sinampura. Inggih pinaka untatin atur titiang ngaturang parame santhi “ om santih, santih, santih om”

pidato sekolah

Ainggih suksma majeng ring pengeter acara santukan galah sane katiba ring sikian titiang.sadurunge tiang matur nenten lali titiang ngaturang pengastun kara penganjali umat druwe dumadak dumadik sangkanin pasuecan ida sang hyang widhi wasa irage sareng sami kapicayang kerahayuan lan kerahajengan, aingih pinaka purwaning atur titiang ngaturang pengastun kara “om swastyastu”

Aingih ida dane sareng sami bapak kepala sekolah sane dahat wangiang titiang, ibu lan bapak guru sane dahat suksmayang titiang, pegawai lan staf skolah sane wangiang tititang punika taler semeton sisya – sisya sareng sami sane tresna sihin titiang. Ring rahinane mangkin ……( senin s/d minggu dlmbhs bali ) sasih agustus warsa 2009( kalih tali sie) sekolah iragene sareng sami ngemargiang wanti warsa sane kaping ……. Dumadak dumadik melarapan antuk wanti warsa sekolah I rage sareng sami presida mulatin sarira antuk ngemargiang sane mawasta tri hita karana ainggih punika parhiangan state eling lan bakti majeng ring idha sang hyang widhi wasa sane malingga malinggih ring padmasane sekolah, pawongan mangdene warga sekolah sareng sinamian rukun rumaket punika taler palemahan mangdane sekolah iragene ajeg lan lestari antuk nandur mlihare tetamanan lan entik entikan sane wenten ring wawidangan sekolah.punika taler nenten lali titiang ngaturang rahajeng wanti warsa sma………. Sane kaping…….. dumogi sekolah iragene sareng sami maju lan tetep ajeg punika taler irage sareng sami pinaka warga sekolah mangdane saling seglalak segluluk sebayan take, paras paros sapanaye, asah asih lan asuh.

Aingih punika sane prasida aturang titiang ring rahinane mangkin yening wenten kirang langkung atur titiang, titiang nunas geng rene sinampura. Inggih pinaka untatin atur titiang ngaturang parame santhi “ om santih, santih, santih om”

Kamis, 16 Juli 2009

Lontar Usada Dalem

Halaman 1b

Ya Tuhan Semoga terhindar dari segala rintangan. Tanda- tanda kematian pada orang yang akan meninggal, ini Wariga Dalem , (bersumber) dari pengetahuan sejati, tersebut sejak semula dalam tubuh manusia terdapat kandungan alam semesta, sebab sumber penyakit senantiasa melekat, setelah Sanghyang Atma meninggalkan badan baru dia akan pergi. Dan lagi jika sudah merasakan dan memahami tanda-tanda (tentang) penyakit , itu hendaknya diketahui oleh manusia. Ini di antaranya ilmu tentang pengobatan. Inilah tanda-tanda tentang penyakit, di antaranya, jika nafas hampir meninggalkan raga, upas tahunan menyakiti, sarana, buah jeruk, gula, isinrong (rempah-rempah), dilumat, airnya diminum. Jika kukunya (tampak) kuning, krikan gangsa , (sumber) penyakitnya, sarana,


Halaman 2a

air kencing bebek, kunyit warangan , di minum. Jika matanya kuning kemerah-merahan, upas dewek yang menyakiti, sarana, kulit mangga hijau, asam yang direbus, air bayam puring , diminum. Jika mata kukunya tampak kemerahan, upas Hyang yang menyakiti, sarana, akar paku nasi, adas, bawang yang dipanggang, diminum. Mata merah, seakan hendak keluar, senantiasa gelisah, pelipis mata bagai ditusuk, kuku (tampak) biru, racun yang menyebabkan, hendaknya diobati. Gigi goyah dan gatal, itu terkena racun warangan , dikumur dengan air hangat, menggigil kedinginan, dan batuk


Halaman 2b

yang terus menerus, terkena raratus (campuran racun), sarana, daun kembang sepatu putih termasuk akar, daun dan kulitnya, diminum, dimantrai dengan mantra penawar, borehnya daun ketepeng, ditetesi boreh dahuti , kasisat putih, sari kuning, klembak, kasturi , teteskan, jika pergelangan tangannya terasa gemetar, itu terkena c\'ebtik (racun), teteskan, hendaknya diobati. Jika terkena c\'ebtik (racun) upasmat , sarana, cendana digosokkan pada dulang, tahi \'f1lati (sari-sari tanah), kulit pohon bengkel , kulit pohon kendal , semua dipanggang tanpa dibalik, dilumatkan, air saringan airnya, diminum, mantra , ong hayu gumi, kewu hana janma manusa,


Halaman 3a

teja bhumi hana teja manusa, bhatara hana manusa, amlaku kasakten, makasiddha siddhi mandi mantranku , Sakit melilit di dalam perut seperti lembam, itu terkena upas (racun), cepat diobati, jika masih melilit, sakitnya, itu terkena upas banten , sarana, buah pepaya muda dipanggang, arang dapur, ditutupi dengan asap dari dedak padi terhadap orang yang terkena sakit, upas kbo ingel yang menyakiti, tiada dapat berkata senantiasa diam, sarana, minyak arungan , sebiji bawang putih, padang lepas, mantra, ong bengkek . Obat, terkena racun, sarana, daun -


Halaman 3b

dadap, daun kemiri yang masih muda, buah tingkih , bawang, temu tis , diborehi. Lagi , sarana daun muda dadap tis (yang tidak berduri), santan, ketan gajih , adas, mantra, ong ctik tiwang galuga atal putih, ctik tiwang sawari putih, mantra saliwah putih, diminum. C\'ebtik tiwang saliwah putih , mantranya seperti tersebut di atas. Lagi, sarana, kulit pohon pule , santan, ginten , sari , bawang putih dan jangu (jerangau), dilumatkan perasannya diminum, mantra, ong ctik tiwang galuga, ctik tiwang macan punah, ctik tiwang kbo putih punah, ctik bhuta ya punah, gseng sira gseng , campa tebah cabar . Obat, terkena upas Sanghyang, sarana, paya puwuh (peria yang buahnya kecil-kecil), kelapa, kunyit-


Halaman 4a

warnanya kemerahan, adas, di lumat kemudian diminum, mantra, ong awuning karuyu kahla, amademi wong, wruh aku ring kamulanmu tka tawar, 3 x, awuning upas sanghyang, amademi wong, wruh aku ring kamulanku, tka tawar, 3x, siddhi mantranku . Obat, terkena racun, sarana, daun terung kuanji , air beras, bawang, pulasari, perasannya diminum. Lagi, sarana, lublub tingkih (kerikan pada tangkai pohon kemiri), air gosokan cendana, santan kane (parutan kelapa tanpa diisi air / santan kental), isinrong (rempah-rempah), majakane (sejenis buah maja), diminum. Lagi, sarana, akar pohon dadap, daun sembung, buah kelapa muda, diborehkan pada keseluruhan badan, gagambi-


Halaman 4b

ran (rempah), perasannya diminum. Racun / upas rambat yang mematikan, panas menggelisahkan, sarana, tebu, air buah pinang, bakung, bawang putih , perasannya diminum. Obat, keluar nanah dan darah di berbagai tempat pada badan, sarana, inan kunyit warangan (kunyit yang sudah tua), kencur, lempuyang, lengkuas, daun jeruk yang disangrai , perasannya diminum, di campurkan sari lungid , jika hendak dimakan, kulit pohon cempaka dipanggang, dimantrai dengan mantra tuju (rematik). Obat, keluar nanah di berbagai tempat pada badan, sarana, daun tuju musna , sembung , lengkuas, sari lungid , santan, diminum. Obat keluar darah dari vagina, sarana, gamongan kedis (lempuyang yang umbinya kecil-kecil), air susu ibu, temu tis , labu pahit, air cuka, diminum. Obat, mengeluarkan darah


Halaman 5a

kotor, sarana, jeruk purut, diminumkan. Obat, anak yang mengeluarkan darah, sarana, toktokan nyuh sari (kulit akar kelapa hijau), pulasari, diminum. Obat, mengeluarkan darah, sarana, lunak tanek (asam rebusan), palit uyah (garam yang mengkristal), santan kane (perasan kelapa diparut tanpa air/ santan kental), gula, diminum. Obat, pendarahan, sarana, isinrong (rempah), kapur, madu, kayu manis, kulit pohon asoka, perasannya diminum. Obat, pendarahan, sarana, merica, daun uyah-uyah, pule , asam tahun (asam yang diawetkan), bawang, adas, perasannya diminum. Lagi, sarana, pangkal daun andong yang berwarna keputihan, adas, diminumkan. Lagi, sarana, jika banyak mengeluarkan darah dan tidak putus-putusnya, maka sarananya, jantung buah pisang warangan (yang kemerahan) seibujari pan -


Halaman 5b

jangnya, dirajah, jika dipetik, kemudian dimakan, sembuh karenanya. Obat, mengeluarkan darah segar dan sejenisnya, sarana, daun pulet , akar sidaguri , sarilungid , majakane , majakeling , tanjung raab , arang dapur, perasannya diminum. Obat, tuju raja bengang, keluar nanah dan darah di mana-mana, sarana, kulit pohon jambu kalampwak putih, lengkuas, cendana, sari kembang sepatu, majakane , diminum. Lagi, sarana, kulit pohon karesek , kulit pohon kalepu , sembung benda , semua diremas isinya, ginten , dikunyah, perasannya diminum. Obat, pendarahan kritis, dan rasa, sarana, akar kelapa merah ( nyuh udang), pohon jarak merah, merica, 9, butir, sari padi, ketum-


Halaman 6a

bar, beras merah, diaduk (dicampur). Lagi, sarana, daun antawas , ginten , dresan, sari padi, diborehkan. Obat, anyang-anyangan (sebentar-sebentar kencing), sarana, daun uyah-uyah , 21 lembar, daun bayam luhur , 21 lembar, daun kaliki , dipanggang, daun pule , 21 lembar, perasannya diminum. Lagi, sarana, lengkuas kapur, kemiri, rempah-rempah ( isinrong ), diminum, ampasnya dilulurkan, sembuh akibatnya. Obat, beser (kencing tanpa mengenal waktu : mimpi basah), sarana, kambo-kambo , kunyit, dilulurkan pada sekitar bawah pusar. Lagi, sarana, kunyit, madu, takarannya sama, diminum, dilulurkan juga dapat. Lagi, sarana, lempuyang, 7, iris, merica, 7, butir


Halaman 6b

uku-uku (lampes , ruku-ruku ) , air hangat, diminum. Obat, karangan, sarana, daun kelapa, daun unhusilit , sampai pada daunnya, daun raja tangi , limau bali , airnya , diminum. Obat , badan kurus, mengeluarkan darah, sarana, kulit pohon dadap tis , dan kerikannya, merica, 1, air aron-aron (air kukusan nasi), diminum. Obat, kurus kepala pusing, sarana, panggaga , tebu, katimaya, tain we (kotoran yang mengendap di dasar sungai berwarna kuning), air, mantra, ong kita upas baruwang, ki ingunduraken, dening katimaya, apan panangkanta saking nusa kling, undur ta salutapa lunga sanutangin . Diminum. Obat, kurus lesu, sarana, cabang kayu jok , direndam, dengan


Halaman 7a

air lengkuas, diminum. Obat tuju bok dan bengang , sarana, lampeni putih, lengkap dengan kulit dan akarnya, kelapa di bakar, bawang di peps, adas, mantra, ong bolaning wong, bol mengkem, naneh mnong, pramana mantram, 3x . Obat berak nanah, kulit pohon tui bang, ligundi, kusambi, ampo, air hangat, diminum. Obat mencret, sarana, rendaman injin (ketan hitam), adas, diminum. Lagi, sarana, kulit pohon tui bang , sari gula, dipanggang jangan dibalik, minum. Obat, loyo, sarana, pucuk simbukan, bangle , 3, irisan, ginten hitam, diminum, Obat, mien (dysentery), sarana, gu-


Halaman 7b

-la, kelapa, segenggam beras, dimakan, lagi, sarana, yeh bayu (air saringan) , diminum, mantra, ong barah mintar, banu mintar, banu saking sagara, tka sirep banu agung, siddhi mantranku . Obat, mengeluarkan darah dan nanah, sarana, akar gantung pohon beringin, tebu hitam, santan , gula, diminum, mantra, ong pjen angamuk sakwehing lara ring jro wtong, padha ngamuk puput dening hyang taya, wars, 3x . Obat mencret mengeluarkan darah dan nanah, lama tidak sembuh, sarana, kulit buah delima, cincang seperti samsam , disangrai hingga matang, setelah disangrai sampai matang, dicampur dan diaduk-aduk, dengan air hangat, kemudian lulurkan


Halaman 8a

sampai pada pinggang. Obat batuk muntah darah, sarana, daun susukup , daun tapakliman , perasannya di minum. Obat batuk kronis ,bercampur darah dan nanah, sarana, akar pohon kendal, daun kasiden (pohon sampat-sampat), daun pohon waru, gula, ginten , kulabet, temu , asam yang baru dikelupas, airnya diminum. Obat bengkak di mana-mana, bungah mambahang , mokan leplep , namanya, sarana, kulit pohon juwet, kulit pohon kusambi, sarin tanah, dicampur dan dilumatkan, dilulurkan. Obat, bengkak dalam perut, suara keluar serak, sarana, lengkuas, kapur, kulit pohon buu , beras merah, 21, butir, duri wrak , dilulurkan.


Halaman 8b

Obat, bengkak ( mokan leplep ), sarana, pohon juwet lengkap dengan akan dan kulitnya, kalepu lengkap dengan akar dan kulitnya, kayu sangka , kunyit warangan , lengkuas kapur, sari podi, dilulurkan pada pinggang, ketumbar, kemiri, bawang merah bawang putih dan jerangan, kulit pohon kusambi, dipanggang jangan dibalik, dilulurkan. Obat , mokan ring jro, mokan nanu , namanya, sarana, akar ptingan , akar atas pohon beringin, uyah-uyah bercabang, daun tuju musna , perasannya diminum. Obat, mokan beseh mangrekurek , mokan kakipi , namanya, sarana, temu tis yang sudah tua, ketumbar, tanjung raab , sarana, bawang merah bawang putih dan jerangan / trikatuka , sari podi , diminum, disemburkan


Halaman 9a

Obat, bengkak dalam perut, batuk-batuk, keluar nanah, sarana, kunyit warangan , duri jeruk nipis, sebagai obat, diminum. Obat, bengkak dalam perut, keluar nanah, sarana kunyit warangan , kulit pohon pule , kayu batu, maswi, tumukus , 3, ketumbar, minyak kelapa, diminum, disemburkan dengan daun kemiri muda, cendana, pohon kembang sepatu, maswi , kemiri. Obat, segala jenis bengkak, keluar darah dari mulut, hidung, mata, penis, vagina, dubur, sarana, daun kesuna (dasun ), cendana, tanah pada bekas tebangan kayu, ampo kulabet , gula, ginten hitam, santan,


Halaman 9b

pohon kembang sepatu, perasannya diminum. Obat, perut, sakitnya bengkak di dalam, sarana, kapkap , ati lempuyang, lengkuas kapur, merica, beras yang utuh, disemburkan. Obat panas dingin (demam), sarana, lempuyang, minyak kelapa, dilumatkan kemudian dilulurkan. Lagi, sarana, jebuggarum , rendaman air ketan gajih , dilulurkan. Obat, badan panas, sarana, buah sirih, beras merah, dilulurkan. Obat, panas biasa, sarana, kelapa, adas, jeruk nipis, dilumatkan. Obat, demam, sarana, lengkuas, kemiri, bawang, adas, dilumatkan, diperas, panggang hasil pelumatannya.


Halaman 10a

Obat, tidak mengeluarkan keringat, sarana, daun pohon pule , bawang merah bawang putih dan jerangan, santan kental, panggang, dilumatkan. Panas gelisah, sarana, papasan , padang lepas, asam rebusan, adas, panggang kemudian dilulurkan. Obat, gelisah kebingungan, seperti kepanasan, sarana, pule , bawang, adas, air jeruk nipis, diminum. Obat jampi agung (sariawan panas dalam), sakitnya membengkak atau kaku, pada perut terasa kaku, pada hulu hati terasa perih, dan nek, batuk tiada henti dan kering, sarana, akar kutat kedis , akar kelapa hijau yang masih muda, dikerik, dicampur dengan garam, bawang yang dipepes, kulit kerbau dicuci dan


Halaman 10b

dibersihkan, dipanggang, diminum. Disemburkan pada perut, dan hulu hati, sarana, kulit pohon pule , kelapa yang dipanggang, temu tis , ketumbar, babolong . Obat, perut bengkak, dan kemerahan, sarana daun kemenir, semanggi gunung, kulit pohon pule , air ketan gajih , diminum. Obat, penyakit perut, sarana, gosokan air cendana, kemiri, bawang yang dipepes / panggang, diminum. Lagi, sarana, jebuggarum , cendana, ketan gajih , perasannya diminum. Obat, arak secukupnya, madu secukupnya, cuka secukupnya, dibiarkan sehari, yang sakit perut, sembuh karenanya. Obat, pemali (karena melanggar pantangan), sakit me-